Blue Cut

Sinar biru merupakan bagian dari sinar tampak dan memiliki panjang gelombang paling pendek di antara sinar tampak lainnya sehingga memiliki energi yang paling tinggi. Oleh karena itu, paparan sinar biru dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada sel mata yaitu kornea dan retina. Pada kornea, sinar biru dapat memengaruhi terjadinya dry eye atau penyakit mata kering, sedangkan pada retina dapat meningkatkan risiko terjadinya degenerasi makula yang merupakan salah satu penyebab kebutaan paling tinggi pada orang tua di negara berkembang. Selain dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang, sinar biru juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya mata lelah saat menggunakan perangkat digital seperti yang banyak dialami oleh kebanyakan orang di era digital saat ini.

Meskipun demikian, sebagian sinar biru tetap memberi manfaat untuk kehidupan manusia, selain memberikan pencahayaan dasar ke bumi kita, sinar biru juga berperan dalam mengatur jam biologis manusia dan meningkatkan perasaan nyaman.

Matahari merupakan sumber sinar biru yang paling besar, tetapi saat ini kita lebih banyak lagi terpapar sinar biru karena perangkat digital yang berada di sekitar kita dan sering kita gunakan seperti TV, layar komputer, laptop, tablet, handphone (gadget) dan lampu LED merupakan sumber lain dari sinar biru.

Berbeda dengan sinar biru, sinar ultraviolet atau sering disebut sinar UV merupakan sinar tidak tampak yang memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari sinar tampak. Terdapat tiga jenis sinar UV yaitu sinar UV A, UV B, dan UV C, hanya sinar UV A dan UV B yang masuk sampai ke permukaan bumi, sedangkan sinar UV C terhalang oleh lapisan atmosfer. Selain bermanfaat untuk proses fotosintesis pada tumbuhan dan juga membantu pembentukan vitamin D, sinar UV juga merupakan sinar yang berbahaya untuk tubuh manusia terutama pada area kulit dan mata. Paparan sinar UV yang berlebih dalam jangka waktu pendek dapat menyebabkan sensasi mata terbakar atau disebut photokeratitis dengan gejala mata merah, berair, sensasi benda asing, dan sensitif terhadap sinar. Semakin sering kita terpapar sinar UV, maka risiko jangka panjangnyapun semakin besar. Sinar UV telah lama dikaitkan dengan angka kejadian katarak yang merupakan penyebab kebutaan paling besar di Indonesia. Selain itu, sinar UV juga dapat menyebabkan kerusakan di area bagian depan mata, seperti kanker di kelopak mata, pterygium, dan melanoma.

Untuk melindungi mata dari kedua sinar berbahaya di atas, Excellenz Blue Cut hadir dalam 2 tipe index bias, yaitu Excellenz Blue Cut 1.56 dan Excellenz Blue Cut 1.60 MR8  yang lebih tipis dan tahan bentur.

Blue Light dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada mata, dan mungkin memainkan peran integral dalam menyebabkan degenerasi makula, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang signifikan. Blue Light memiliki panjang gelombang yang sangat pendek & dapat di deteksi oleh mata manusia. Tidak hanya memberikan pencahayaan dasar ke dunia kita, blue light juga membantu meningkatkan perasaan nyaman. Tapi paparan sinar biru dalam jumlah besar bisa berbahaya bagi mata.
Sumber Blue Light selain matahari adalah layar digital seperti TV, komputer, laptop, tablet, handphone (gadget), perangkat eletronik dan lampu LED.

Sinar Ultraviolet merupakan cahaya tidak tampak dan memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya tampak (UVA, UVB). Bahaya UVA menembus kedalam tubuh lebih dalam dan kemungkinan mencapai lensa. Dengan demikian sinar UV telah lama dicurigai dan diketahui dengan baik bahwa paparan sinar ultraviolet dari sinar matahari juga dapat meningkatkan risiko katarak dan kondisi mata lainnya. Studi menunjukkan bahwa sinar UV dapat merusak protein lensa dengan cara yang berbeda (disebut glycation) yang biasanya terlihat pada katarak.

Excellenz Blue Cut 1.56

Excellenz Blue Cut adalah lensa yang mampu melindungi mata dari bahaya sinar UV dan sinar biru. Di era digital saat ini, Excellenz Blue Cut sangat cocok untuk digunakan semua kalangan usia mulai dari anak-anak hingga dewasa karena mampu memberikan perlindungan baik saat berada di bawah sinar matahari yang memancarkan sinar UV dan sinar biru yang sangat tinggi ataupun saat di dalam ruangan ketika menggunakan berbagai perangkat digital dan dengan pencahayaan lampu LED yang juga memancarkan sinar biru cukup tinggi. Dengan menggunakan Excellenz Blue Cut penglihatanpun akan menjadi lebih nyaman dan jernih.

  • Memblok Sinar UV 100 %
  • Memblok Sinar Biru rata-rata 85% pada panjang gelombang 400-420 nm
  • Menggunakan VIVO coat yang dapat menangkal 5 musuh penglihatan, pantulan, noda, debu, gores dan air
  • Tersedia dengan ukuran mulai dari +4.00 sampai dengan -8.00 dan silinder sampai -2.00